Jumat, 21 November 2008

Mari bersanding dengan Saling menghormati

Kekuatan nafsu negatif sangatlah mendominasi jiwa jiwa yang sudah mulai kering, masalah sekecil apapun bisa menjadikan sulutan panas yang membakar jiwa jiwa dan hati yang kering gersang, dan kemudian akan menjadikan suatu kerusuhan masa yang kerap terjadi di negeri ini.

Penyejuk jiwa penerang hati dengan kalimat lembut yang diucapka oleh orang orang disekitar kita sudah tidak mempan untuk memberikan siraman kesejukan.

Nalar logika yang diberikan dunia pendidikan kita sudah tidak sejalan dengan rasio mereka yang menginginkan serba praktis.

Para pimpinan, pendakwah, pendidik, politikus, semua elemen unsur panutan kurang peduli dengan lingkungannya, yang meraka cari hanyalah penumpukan duniawiyah semata, mereka egois dengan kepentingan masing masing, tidak sejalan dengan apa yang mereka ucapkan, sebagian besar munafik kecuali sedikit saja

Harapan untuk bisa saling bersanding dengan aman dan saling menjaga satu sama lain masih bisa kita wujudkan. mari kita tanamkan saling percaya dan saling jujur. inilah modal utama untuk bisa saling sanding dalam kedamaian.

Saling bantu dalam kebaikan, tolong menolong dalam kesulitan, kebersamaan yang dibangun dengan saling jujur akan tercipta suatu lingkungan yang damai sejuk dan saling mengingatkan