Jumat, 21 November 2008

Mari bersanding dengan Saling menghormati

Kekuatan nafsu negatif sangatlah mendominasi jiwa jiwa yang sudah mulai kering, masalah sekecil apapun bisa menjadikan sulutan panas yang membakar jiwa jiwa dan hati yang kering gersang, dan kemudian akan menjadikan suatu kerusuhan masa yang kerap terjadi di negeri ini.

Penyejuk jiwa penerang hati dengan kalimat lembut yang diucapka oleh orang orang disekitar kita sudah tidak mempan untuk memberikan siraman kesejukan.

Nalar logika yang diberikan dunia pendidikan kita sudah tidak sejalan dengan rasio mereka yang menginginkan serba praktis.

Para pimpinan, pendakwah, pendidik, politikus, semua elemen unsur panutan kurang peduli dengan lingkungannya, yang meraka cari hanyalah penumpukan duniawiyah semata, mereka egois dengan kepentingan masing masing, tidak sejalan dengan apa yang mereka ucapkan, sebagian besar munafik kecuali sedikit saja

Harapan untuk bisa saling bersanding dengan aman dan saling menjaga satu sama lain masih bisa kita wujudkan. mari kita tanamkan saling percaya dan saling jujur. inilah modal utama untuk bisa saling sanding dalam kedamaian.

Saling bantu dalam kebaikan, tolong menolong dalam kesulitan, kebersamaan yang dibangun dengan saling jujur akan tercipta suatu lingkungan yang damai sejuk dan saling mengingatkan

Selasa, 22 Juli 2008

Damailah Saudaraku

Pemilihan kepala daerah dari tingkat lurah sampai gubernur dan bahkan sampai yang tingkat nasional presiden bertujuan untuk apa ? adalah untuk menentukan pemimpin yang dianggab bisa dipercaya untuk memimpin rakyatnya menuju kesuatu tujuan yang di kehendaki rakyat semua, yaitu kehidupan rukun damai sejahtera dan aman sentosa.

Sangat ironi jika untuk kepentingan yang mulia itu ternyata tidak didasari dengan kerelaan hati dari masing masing pendukung pimpinan itu untuk saling berjiwa besar.

Jujur saja, kami rakyat kecil biasa yang seperti ini apakah akan ada perubahan jika yang terpilih nanti si A atau si B, ...... Tidak !!!..... kami hanya diperalat saja untuk diarahkan memilih si A atau si B, tanpa kita tahu bagaiman sifat dan segala tetekbengeknya mengenai pimpinan itu.

Itu sebabnya, kami wahai rakyat yang hidupnya telah susah, jangan lagi ditambah dengan kesengsaraan yang ditimbulkan pada kekerdilan diri kita sendiri, tugas kalian sebagai rakyat biasa hanya bisa memilih ini, itu, kemudian seterusnya serahkan pada mekanisme yang ada, jika kalian wahai rakyat merasa tidak percaya dengan mereka, tinggalkan mereka, jangan pedulikan, carilah kehidupan lain untuk meretas hari esok.

Manusia yang anda bela bela belum tentu baik, sekarang lah saatnya kita rakyat tidak usah terlalu fokus pada kegiatan yang kurang bermanfaat, bikin lingkungan ini saling damai, saling mengingatkan tapi tidak perlu memaksakan.

JIka anda tahu, bahwa semua manusia pada dasarnya tidak bisa membela apapun yang ada ditubuhnya sendiri, kecuali hanya sedikit, apalagi untuk kepentingan sekelilingnya ?

Jadi untuk apa kita bela bela pemimpin ini, itu, yang dia sendiri tidak bisa melindungi dirinya sendiri ?

Rabu, 16 Juli 2008

Peace

Dunia ini semakin hari semakin panas saja,
Lihat berita dari koran, TV, Radio dari tetangga kanan - kiri semuanya serba panas, dunia semakin kejam, maksud saya bukan dunianya yang kejam tapi penghuninya yang semakin kejam, beringas, tak terkendali.
Permasalah kecil yang mestinya bisa di selesaikan dengan kekeluargaan damai sejuk, mereka pilih dengan kekerasan bahkan sampai pembunuhan, Astaghfirullah.....
masih banyak contoh lainnya, apa yang sebenarnya mereka cari dalam hidup ini ?
Simpel kata mengenai hidup adalah Dilahirkan, hidup, dan selanjutnya mati, dan sesudah mati akan ada kehidupan lagi yaitu di alam kubur, setelah di alam kubur kemudian akan adalagi kehidupan lagi di alam surga dan neraka, ini yang abadi kekal.
dalam kehidupan dunia siklusnya adalah dilahirkan, dewasa, punya keluarga, terus punya anak dan anaknya dewasa terus punya keluarga, punya anak lagi dan seterusnya sepeti itu saja
Kebutuhan pokok juga sederhana saja, pangan, sandang, papan, ada yang sebagian hanya cukup pangan saja, atau hanya sampai pangan saja dan yang paling pokok ya sampai papan, lengkaplah kehidupan ini. Pangan untuk semua orang baik itu orang kaya, miskin semua sama, paling banyak tiga kali sepiring, sandang juga sama yang di pakai juga hanya satu saja, baik itu kaya atau miskin, papan juga hampir sama saja, baik itu tidur di hotel berbintang, rumah mewah atau sebaliknya tidur di rumah sederhana semuanya sama jika sudah tidur sebenarnya sudah tidak ada bedanya, semuanya tidak tahu apa apa.
Jadi, bagaimana kita harus bertindak ? Cari Rizki yang halal dan barokah, tidak usah serakah, cukupkan rizkimu untuk dirimu dan keluargamu, tidak usah menumpuk terlalu banyak, hal itu hanya akan memberatkan penjagaanmu, jika semuanya hanya akan mencari rizki yang secukupnya saja tanpa ada keserakahan maka dunuia ini insya Allah akan damai dan sejahtera